Translate

Sabtu, 08 Juni 2013

Makalah Iman Kepada Hari Akhir

 http://pub.kliksaya.com?refid=210879


Makalah Aqidah Akhlak
Iman Kepada Hari Akhir
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.       Latar Belakang Masalah
Beriman kepada hari akhir merupakan ciri mukmin dan muttaqin (orang-orang yang bertaqwa). Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
tûïÏ%©!$#ur tbqãZÏB÷sム!$oÿÏ3 tAÌRé& y7øs9Î) !$tBur tAÌRé& `ÏB y7Î=ö7s% ÍotÅzFy$$Î/ur ö/ãf tbqãZÏ%qムÇÍÈ
Artinya: “Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang Telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang Telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS. Al-Baqarah: 4)
Kehidupan seluruh manusia di jagat raya ini kelak akan berakhir. Semua alam raya, bintang-bintang di langit akan meredup, deburan ombak berhenti, gunung-gunung hancur, dan alam luluh lantak. Pada saat itulah, manusia akan dibangkitkan dan harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia.
1.2.       Rumusan Masalah
a.         Apa pengertian iman kepada hari akhir ?
b.        Apa saja nama lain dari hari akhir ?
c.         Peristiwa apa saja yang terjadi setelah hari akhir ?
1.3.       Tujuan Penulisan
a.         Untuk memenuhi tugas mata kuliah Aqidah Akhlak.
b.        Untuk menambah wawasan keagamaan khusunya tentang iman kepada hari akhir.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1.    Pengertian Iman kepada Hari Akhir
Hari akhir atau hari kiamat atau hari akhir adalah suatu peristiwa luar biasa yang pasti akan terjadi dimana seluruh makhluk, termasuk manusia yang pernah hidup di muka bumi akan dimatikan, kemudian hidup dan dibangkitkan kembali untuk mendapatkan perhitungan dan pembalasan atas segala amal yang pernah dilakukannya selama hidup di dunia. Ada dua macam kiamat (hari akhir), yaitu sebagai berikut :
a.         Kiamat Sugra ( kiamat kecil )
Yaitu kehancuran, kematian, atau berakhirnya kehidupan setiap makhluk yang bernyawa. Firman Allah SWT dalam surat Ar-Rahman ayat 26-27 :
@ä. ô`tB $pköŽn=tæ 5b$sù ÇËÏÈ 4s+ö7tƒur çmô_ur y7În/u rèŒ È@»n=pgø:$# ÏQ#tø.M}$#ur ÇËÐÈ
Artinya : “Semua yang ada di bumi akan binasa. Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”
b.        Kiamat Kubra ( kiamat besar )
Yaitu peristiwa besar atau hancur binasanya alam semesta beserta isinya ( makhluk ) sebagai awal dimulainya kehidupan akhirat. Kiamat pasti terjadi, tetapi tidak seorang pun mengetahui waktu terjadinya kiamat, termasuk para nabi dan rasul-Nya karena kiamat itu didatangkan secara tiba-tiba dan hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 187 :
y7tRqè=t«ó¡o Ç`tã Ïptã$¡¡9$# tb$­ƒr& $yg8yóßD ( ö@è% $yJ¯RÎ) $ygãKù=Ïæ yZÏã În1u ( Ÿw $pkŽÏk=pgä !$pkÉJø%uqÏ9 žwÎ) uqèd 4 ôMn=à)rO Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur 4 Ÿw ö/ä3Ï?ù's? žwÎ) ZptGøót/ 3 y7tRqè=t«ó¡o y7¯Rr(x. ;Å"ym $pk÷]tã ( ö@è% $yJ¯RÎ) $ygßJù=Ïæ yZÏã «!$# £`Å3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$# Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÊÑÐÈ y7tRqè=t«ó¡o Ç`tã Ïptã$¡¡9$# tb$­ƒr& $yg8yóßD ( ö@è% $yJ¯RÎ) $ygãKù=Ïæ yZÏã În1u ( Ÿw $pkŽÏk=pgä !$pkÉJø%uqÏ9 žwÎ) uqèd 4 ôMn=à)rO Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur 4 Ÿw ö/ä3Ï?ù's? žwÎ) ZptGøót/ 3 y7tRqè=t«ó¡o y7¯Rr(x. ;Å"ym $pk÷]tã ( ö@è% $yJ¯RÎ) $ygßJù=Ïæ yZÏã «!$# £`Å3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$# Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÊÑÐÈ
Artinya: “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui".
Beriman kepada hari akhir termasuk rukun iman yang ke lima sehingga setiap muslim harus mempercayai akan datangnya hari akhir. Iman kepada hari akhir maksudnya adalah mempercayai dengan seluruh hati bahwa suatu saat alam semesta akan hancur dan manusia akan dibangkitkan dari kubur menuju alam akhirat yang akan kekal selamanya tanpa ada batas waktu akhirnya.
2.2.    Nama-Nama Hari Akhir
a.         Hari akhir : hari penghabisan
b.        Yaumul hisab : hari perhitungan
c.         Yaumul fashli : hari keputusan
d.        Yaumul jami’ : hari berkumpul
e.         Yaumul tholaq : hari pertemuan
f.         Yaumul hasroh : hari penyesalan
g.        Yaumul qooriah : hari peristiwa besar
h.        Yaumul fath : hari kemenangan
i.          Yaumul ba’ats : hari kebangkitan
j.          Yaumul bukka’ : hari tangisan
2.3.    Peristiwa Yang Terjadi Setelah Hari Akhir
a.        Alam Barzakh
Alam Barzakh adalah suatu alam yang membatasi antara dua alam yaitu alam dunia dan alam akhirat. Alam barzakh disebut juga dengan alam kubur.
b.        Yaumul Ba’ats (Hari Berbangkit)
Yaumul Ba’as adalah hari dimana semua makhluk akan dibangkitkan dari alam kubur. Waktu dibangkitkan nanti, kondisi seluruh manusia akan berbeda-beda. Perbedaan bentuk tubuh dan ruh mereka akan tergantung dari keimanan dan amal perbuatannya. Orang yang teguh imannya , baik amal perbuatan, serta suci jiwanya maka ia akan dibangkitkan dalam bentuk tubuh dan ruh yang sempurna. Sebaliknya orang yang rusak, buruk amal perbuatannya, kotor jiwanya, maka ia dibangkitkan dengan tubuh dan ruh yang tidak sempurna.

c.         Yaumul Mahsyar
Yaumul Mahsyar adalah Hari dimana manusia dikumpulkan di suatu tempat (padang masyar) setelah manusia dibangkitkan dari alam kubur untuk menjalani pemeriksaan amal yang telah dilakukan selama hidup di dunia.
d.        Yaumul Hisab
Yaumul hisab adalah hari perhitungan, semua amal perbuatan manusia di dunia akan diperhitungkan. Setiap orang akan menerima catatan/rekaman amal perbuatan selama di dunia. Catatan/rekaman itu diberikan kepada masing-masing orang dalam posisi yang berbeda. Ada yang menerima dari kanan dan ada yang dari kiri. Ada yang menerima dengan gembira dan ada pula yang penuh ketakutan.
e.         Mizan
Mizan adalah timbangan amal, dimana amal perbuatan manusia diperhitungkan bobotnya dengan timbangan keadilan Allah. Timbangan keadilan Allah memiliki ketepatan yang tidak mungkin meleset sedikit pun. Semua amal perbuatan manusia dari yang terkecil sampai yang terbesar ditimbang dengan timbangan tersebut.
f.         Ash-Shirath
Ash-shiraath secara bahasa (etimologi) berarti jalan, sedangkan menurut syar’i (terminologi) adalah jembatan yang dibentangkan di atas Neraka Jahannam yang akan dilewati ummat manusia menuju Surga sesuai dengan amal perbuatan mereka.
g.        Surga dan Neraka
1.         Surga
Surga adalah tempat bagi orang-orang yang ikhlas beribadah, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Surga merupakan tempat di akhirat yang berisi penuh dengan kesenangan dan kegembiran. Jika keindahan di dunia bersifat sementara maka keindahan dan kesenangan di akhirat bersifat kekal.
2.         Neraka
Neraka adalah suatu tempat di akhirat yang sangat tidak menyenangkan, tempat ini diperuntukkan bagi orang-orang kafir, munafik dan orang-orang yang melanggar perintah Allah. Di Neraka orang yang berbuat dosa melebihi amalnya akan mendapat siksa.


BAB III
PENUTUP
3.1.    Kesimpulan
Hari akhir atau hari kiamat adalah hari binasanya atau hancurnya seluruh alam semesta. Iman kepada hari akhir berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa suatu saat alam semesta akan hancur dan manusia akan dibangkitkan dari kubur menuju alam akhirat yang akan kekal selamanya tanpa ada batas waktunya.
Beriman pada hari akhir merupakan rukun iman yang ke lima oleh karena itu sebagai umat islam kita wajib mempercayai akan datangnya hari akhir tersebut. Beriman pada hari akhir mempunyai beberapa manfaat antara lain selalu bertindak hati-hati dan penuh pertimbangan, selalu berada dalam kebenaran, dan memanfaatkan waktu hidup untuk berlomba mencari kebaikan “fastabiqul khoirot”.
3.2.    Saran
Hanya satu saran yaitu senantiasalah kita memperbaiki diri dengan meningkatkan amal shaleh, karena kita tidak akan tahu kapan akan terjadi kiamat, entah itu kiamat sugra (kematian) ataupun kiamat kubra (kiamat).


DAFTAR PUSTAKA
Saputra,Thoyibah. 1996. Aqidah Akhlak. Semarang: PT.Karya Toha Putra.
Margiono dkk. 2006. Agama Islam 3. Jakarta: Yudhistira

Tidak ada komentar: